Subiakto Priosoedarsono

brand yang saya besarkan

page brand

[vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” bg_type=”color” bg_color=”#0f0c0f” full_width=”stretch_row_content_no_spaces”][vc_column][vc_single_image image=”1670″ img_size=”full” alignment=”center” qode_css_animation=”” css=”.vc_custom_1576668385230{margin-bottom: 0px !important;}”][/vc_column][/vc_row][vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” bg_type=”color” bg_color=”#ff0044″ full_width=”stretch_row” css=”.vc_custom_1653637909761{background-color: #ff0044 !important;background-position: center !important;background-repeat: no-repeat !important;background-size: cover !important;}” z_index=””][vc_column][vc_column_text]

BRAND YANG SAYA BESARKAN

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” top_padding=”32″ full_width=”stretch_row” css=”.vc_custom_1653639492150{padding-top: 32px !important;padding-bottom: 32px !important;}” z_index=””][vc_column width=”1/2″][vc_single_image image=”1675″ img_size=”full” alignment=”center” qode_css_animation=”” css=”.vc_custom_1576668883630{margin-top: 0px !important;margin-bottom: 0px !important;}”][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]

Seingat saya waktu itu pertengahan tahun 1986, kami bertiga yakni pak Yogi Hendra Atmadja, Mr. Sekris, Marketing Consultant PT. Inbisco Niaga dan saya sendiri. Pak Yogi membuka pembicaraan “Pak Subiakto. Kami ingin membuat permen dengan merek baru. Nanti setelah rapat kami tunjukkan mesin permen yang kami maksud”

“Apakah produk dan briefnya sudah ada pak?” tanya saya

[/vc_column_text][vc_column_text css=”.vc_custom_1653638390278{padding-top: 32px !important;}”]

BRIEF YANG ANEH

 

Pak Yogi pun menjawab “Justru kami ingin mulai dengan lembaran kertas putih” Wah seru juga nih. Punya kesempatan ikut membidani sebuah produk.

Belum sempat saya bertanya Pak Yogi pun melanjutkan “Mesin permen kami ini sebenarnya sudah melahirkan produk dengan nama Chelsea. Kerjasama dengan Morinaga Jepang. Sayangnya baru mengisi 300 ribu pieces dari kapasitas 2 juta pieces sehari. Nah kami minta pak Biakto mengisi yang 1.7 juta pieces per hari”

InnalilLahi kata saya dalam hati. Selama saya jadi praktisi iklan ; waktu itu di B&B Advertising, baru kali ini saya di target mengisi kapasitas mesin.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” top_padding=”32″ bg_type=”color” bg_color=”#dddddd” full_width=”stretch_row” css=”.vc_custom_1653639665994{padding-top: 32px !important;padding-bottom: 32px !important;background-color: #dddddd !important;}” z_index=””][vc_column][vc_column_text]

PRODUCT CONCEPT

 

“Saya pikir permen jahe akan banyak peminatnya di Indonesia. Karena Indonesia banyak pegunungan yang udaranya dingin. Dan kantor2 yang ber AC. Permen jahe punya peluang” kata pak Yogi

Mr Sekris yang sudah lama tinggal di Indonesia pun menimpali dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata “Saya tidak setuju pak Yogi. Saya lebih setuju permen Mentol”

Nampaknya Mr Sekris mempertimbangkan meledaknya pemasaran permen Vick’s lewat asongan. Saya pikir kalau kita lawan Vick’s yang sudah merajai pasar permen mentol dengan permen mentol juga, yang terjadi justru Red Ocean.

“Saya usul permen kopi pak” sergah saya tanpa pikir panjang.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” top_padding=”32″ bg_type=”color” bg_color=”#7dc68a” full_width=”stretch_row” css=”.vc_custom_1653639757440{padding-top: 32px !important;padding-bottom: 32px !important;background-color: #7dc68a !important;}” z_index=””][vc_column][vc_column_text]

MENGAPA KOPI PERMEN

 

Belum sempat pak Yogi menjawab saya langsung tanya “Pak Yogi. Kapan bapak terakhir minum jahe?”

“Kira2 2 minggu lalu pas keluarga piknik ke puncak” kata pak Yogi
“Kalau Mr Sekris kapan anda makan permen mentol terakhir” tanya saya kepada Mr Sekris “Minggu lalu” jawabnya

“Nah bapak2, kapan bapak2 terakhir kali minum kopi?” tanya saya “Nah ini kita minum kopi sambil rapat” kebetulan kita di suguhi kopi 3in1nya Indocafe saat itu.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” top_padding=”32″ bg_type=”color” bg_color=”#d1c93e” full_width=”stretch_row” css=”.vc_custom_1653639311115{padding-top: 32px !important;padding-bottom: 32px !important;background-color: #d1c93e !important;}” z_index=””][vc_column][vc_column_text]

MENEMUKAN DNA PRODUCT

 

“Inilah rasionalnya mengapa saya usulkan permen kopi. Karena frekuensi orang minum kopi cukup tinggi dalam sehari.

“Permen Kopi? Saya akui permen kopi Chelsea berkontribusi paling besar. Tapi angkanya gak mampu tembus dari 300 ribu” sergah pak Yogi.

“Itu karena DNAnya permen. Bukan kopi” jawab saya

“Maksudnya?” tanya pak Yogi

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]